Site Plan Tanah Kavling Bagian Ini Wajib Ada Dalam Properti!

Site Plan Tanah Kavling Bagian Ini Wajib Ada Dalam Properti!

Sulit untuk merancang perumahan yang ideal tanpa adanya site plan tanah kavling. Perlu Anda ketahui bahwa bagian ini menjadi acuan utama untuk memastikan tata lokasi perumahan sudah tepat dan terencana dengan baik.

Saat membeli tanah baik di kota ataupun desa, site plan menjadi salah satu hal utama yang perlu ditanyakan kepada pengembang. Sebagai investor, Anda harus memahami bahwa keberadaan rancangan ini membuktikan bahwa proyek pembangunan sudah direncanakan dengan baik menyesuaikan dengan kebutuhan.

Untuk lebih lengkapnya kami akan membahas secara lebih mendalam mengenai definisi site plan, contoh, dan syarat skema rancangan yang baik jika ditinjau dari fasilitas dan kemudahan akses.

Apa yang Dimaksud Dengan Site Plan?  

Secara tampilan site plan adalah gambar dengan bentuk 2 dimensi. Fungsinya sebagai pedoman untuk merencanakan pembangunan di suatu wilayah tertentu.

Di dalamnya terdapat pola rancangan tata letak seperti: akses jalan, penyediaan air bersih, ketersediaan listrik, dan fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, dan sebagainya.

Sebuah site plan harus memuat patok-patok tanah yang jelas disertai dengan luas dan juga penomoran yang urut untuk mempermudah klien mengetahui area tanah yang sudah ia beli.

Dalam dunia properti, keberadaan site plan adalah wajib. Karena, jika tidak ada konsep tata ruang yang jelas maka penjualan tanah tersebut terlalu berisiko dan terkesan kurang serius dalam proses pembangunan.

Site Plan Bukan Gambar Biasa, Begini Ciri-Cirinya

Site plan bukan sekadar gambar umum, melainkan tergolong dalam grafis teknik yang proses pembuatannya menggunakan ilmu tata ruang dari tenaga profesional di bidang tersebut.

Berikut ini beberapa karakteristik dari skema rancangan site plan yang sebaiknya dipahami oleh para investor yang ingin membeli tanah:

1. Tampilan gambarnya mampu menggambarkan tata letak bangunan beserta sarana dan prasarana. Sebagai contoh: apabila di lokasi aslinya ada mushola, maka di skema rancangannya perlu dicantumkan secara presisi lokasinya

2. Umumnya dirancang untuk lahan dengan luas kurang dari 50 hektare, ini sudah ketentuan dari sistem tata ruang. Rancangan yang bisa lebih dari luas tersebut adalah gambar master plan

3. Permohonan site plan diajukan oleh pengembang tanah kavling yang mempunyai izin pemanfaatan ruang, izin lokasi, dan sebagainya. Betul, tidak semua orang bisa membuat site plan harus memenuhi persyaratan yang ada untuk memastikan bahan lahan tersebut benar-benar hak milik dari yang bersangkutan

4. Luas dari gambar yang tertera mengacu pada kepemilikan lahan pada saat site plant diajukan

5. Secara umum rancangan site plan dibuat sebelum memulai pengerjaan proyek secara langsung. Dengan demikian, rancangan dasar ini bisa memudahkan tukang sebelum proses mendirikan rumah atau bangunan tertentu.

Selain kelima hal mendasar di atas, Anda juga perlu memastikan bahwa site plan yang baik mempunyai susunan kavling yang tertata dengan rapi, tentunya harus dibuat adil untuk menghindari konflik yang tidak diinginkan.

Kemudian, pastikan pada site plan tergambar infrastruktur akses jalan yang jelas sehingga Anda bisa tahu apakah lahan yang Anda beli ini lokasinya dekat dengan jalan untuk kenyamanan akses.

Kemudian, hal yang tidak kalah penting adalah persoalan drainase. Hal ini tidak boleh disepelekan, karena fungsi utama saluran air untuk mencegah genangan air yang bisa menimbulkan banjir saat intensitas hujan sedang tinggi.

Contoh Site Plan Tanah Kavling

Sebagai salah satu developer yang menyediakan kredit kavling karang bahagia, CV Rahman Berkah Mandiri punya beberapa contoh site plan yang sudah memenuhi kriteria di atas. Berikut gambarannya:

Cara Mengajukan Site Plan Tanah Kavling Secara Resmi

Mengajukan site plan tanah kavling prosesnya cukup panjang, pihak developer perlu mengisi berbagai persyaratan berpedoman pada SIPPN Kemenpan RB.

Apa saja dokumen yang harus disiapkan? Berikut ini beberapa berkas-berkas penting yang tidak boleh Anda lupakan:

  1. Surat permohonan
  2. Fotokopi KTP pemohon
  3. Fotokopi bukti kepemilikan atau legalitas lahan
  4. Fotokopi surat keterangan bebas banjir
  5. Fotokopi izin lokasi
  6. Profil perusahaan (fotokopi akta pendirian perusahaan, fotokopi SITU, fotokopi SIUN, fotokopi NPWP perusahaan)
  7. Fotokopi izin lingkungan atau SPPL
  8. Gambar rencana site plan
  9. Gambar desain bangunan perumahan
  10. Rekomendasi PLN untuk instalasi sistem kelistrikan
  11. Rekomendasi PDAM berkaitan dengan akses air bersih

Sebagai catatan pembuatan gambar rencana site plan yang direkomendasikan oleh SIPP Kemenpan RB adalah software AutoCAD. Persyaratan di atas adalah penggolongan secara umum untuk perumahan, aturan setiap daerah bisa berbeda tergantung tujuan pembangunan dari lahannya.

Setelah melengkapi dokumen di atas maka pihak pengembang perlu mengajukan permohonan, lebih kurang tahapannya sebagai berikut:

1.Tahapan Pra Site Plan

Sebelum pembuatan site plan developer perlu mengajukan permohonan ke walikota tempat bangunan akan didirikan, alurnya melalui Kepala Dinas Tata Kota dengan melampirkandokumen yang lengkap. Sebagai alternatif, pengajuan ini juga bisa dilakukan secara online dengan menghubungi SIPPN Kemenpan RB.

 2. Permohonan Diterima atau Ditolak

Setelah Anda mengumpulkan berkas dan mengajukan permohonan, maka ada dua kemungkinan. Jika dokumen lengkap dan rancangan site plan sesuai dengan kriteria maka permohonan akan diterima

sehingga bisa lanjut ke langakh berikutnya. Namun, apabila ternyata pengajuan ditolak maka dokumen akan dikembalikan untuk dilengkapi kembali.

3. Peninjauan Lokasi

Apabila permohonan Anda sukses, maka tim dinas akan melakukan pemeriksaan atau survei langsung untuk cek lokasi yang tercantum pada site plan. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada kesalahan data sebelum pengesahan site plan.

4. Pengesahan dan Verifikasi

Umumnya pengesahan site plan dapat dilakukan oleh Kepala Dinas Tata Kota dan Pemukiman. Setelah melalui tahapan tersebut, maka tim dinas akan melanjutkan proses verifikasi hasil peninjauan.

5. Pengecekan Final dan Penerbitan

Apabila tahapan di atas sudah selesai, maka langkah berikutnya adalah melakukan pengecekan kembali pada konsep surat keputusan. Terakhir, adalah penerbitan site plan yang bisa memakan waktu hingga 14 hari bisa lebih lama tergantung kondisi dan teknis pelayanan.

Fungsi Site Plan, Kenapa Begitu Penting Di Dunia Properti?

Keberadaan site plan sangatlah penting. Seperti yang sebelumnya sudah disinggung bahwa skema gambar ini adalah bukti bahwa pengembang serius dan bertanggungjawab untuk merencanakan konsep tata ruang yang baik. Adapun fungsi dari Site plan secara lebih lengkapnya kami cantumkan sebagai ilmu baru bagi investor pemula:

  • Gambar site plan menjadi salah satu syarat pengurusan IMB (Izin Mendirikan Bangunan)
  • Untuk mengetahui bangunan apa saja yang akan didirikan pada suatu lahan
  • Sebagai tolak ukur untuk memastikan bahwa ukuran Garis Sempadan Bangunan (GSB) dan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan RI
  • Menjadi jaminan penting yang diberikan developer kepada investor mengenai arah pembangunan di masa mendatang
  • Mengetahui tata letak strategis atau tidaknya suatu lahan

Jadi bagaimana, apakah Anda sudah memahami hal mendasar seputar site plan tanah kavling?
Semoga informasi ini bisa menjadi ilmu baru bagi para investor tanah pemula, apabila Anda berminat kami juga menawarkan jual tanah kavling murah banjarsari lokasi strategis, dekat fasilitas publik.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *