Sekilas Mirip, Ini Perbedaan AJB dan SHM Pada Tanah Kavling

Sekilas Mirip, Ini Perbedaan AJB dan SHM Pada Tanah Kavling

AJB sama dengan SHM? Salah! Masih banyak yang menganggap bahwa Akta Jual Beli dan Sertifikat Hak Milik merupakan dokumen yang sama. Biasanya hal ini terjadi pada proses jual beli properti customer yang belum paham betul dengan legalitas properti.

Supaya Anda tidak terkena modus yang seperti ini, ada baiknya untuk memahami terlebih dahulu sebenarnya perbedaan dari keduanya terletak di bagian mana?

Mengingat di Indonesia sendiri dokumen yang kaitannya dengan properti ini ada banyak, jadi tidak sedikit yang  kebingungan mendefinisikan masing-masing legalitas karena secara seklias nampak sama saja.

Lebih lanjut Anda bisa menyimak penjelasan yang sudah kami siapkan di bawah, kami bahas tuntas mengenai AJB dan perbedaanya dengan SHM.

Apa Itu AJB?

Akta Jual Beli(AJB) merupakan dokumen yang menjadi bukti transaksi adanya kegiatan jual beli serta peralihan hak atas tanah atau bangunan tertentu. Dokumen ini diterbitkan oleh PPAT (bukan BPN).

Mohon dicatat, AJB itu tidak boleh dibuat secara mandiri. Proses tanda tangan dokumen ini juga harus disaksikan oleh PPAT untuk menghindari adanya manipulasi atau penyalahgunaan.

Jadi, dokumen AJB ini bukan hak kepemilikan tanah, baru sekadar bukti adanya transaksi jual beli di bidang poperti baik itu tanah atau rumah.

Seringkali kita mendengar istilah PPJB bebarengan dengan AJB apakah keduanya sama?

Sayangnya tidak, kedua dokumen tersebut memang ada kaitannya dengan perjanjian jual beli.

Singkatnya PPJB merupakan kepanjangan dari  Perjanjian Pengikat Jual Beli, dokumen ini dibuat oleh developer tanah untuk memastikan bahwa ada komitmen yang kuat antara pihak pembeli dan penjual untuk menyelesaikan transaksi.

Dokumen tersebut tidak diterbitkan oleh PPAT namun tetap disaksikan oleh pembeli dan notaris. Alurnya PPJB diurus dulu, lalu AJB, kemudian baru bisa memperoleh SHM. Jadi, memang sistemnya berurutan dan ada tahapannya.

Alasan Kenapa Banyak Orang Keliru Memahami AJB Sebagai SHM

Bisa jadi karena permainan kata-kata, atau kesalahan pembeli properti yang tidak lengkap memahami perkataan developer. Secara umum dokumen beranama “akta” memang seringkali dijadikan sebagai sesuatu yang sangat penting. Contohnya akta notaris dan akta pendirian usaha.

Melihat definisi dari KBBI juga sama, definisi kata akta secara umum merupakan surat tanda bukti yang berisi pernyataan (keterangan, pengakuan, keputusan dan sebagainya) tentang peristiwa hukum yang dibuat menurut peraturan yang berlaku, disaksikan dan disahkan oleh pejabat resmi).

Lebih lanjut untuk memperoleh AJB, PPAT memerlukan sertifikat tanah asli dari penjual.  Namun, sering terjadi kesalahan. Banyak orang yang menganggap bahwa sertifikat tanah asli tersebut sudah pasti SHM.

Padahal mungkin saja sertifikat asli tersebut masih sebatas SHGB atau SHGU. Lebih parahnya lagi bisa sekadar girik atau letter C yang status hukumnya lemah dan terbatas.

Perbedaan AJB dan SHM Secara Dokumen Fisik

Jadi sekarang Anda sudah mulai paham mengenai perbedaan dari kedua dokumen ini, untuk memperjelas mari kita lihat lebih dekat mengenai perbedaan secara fisik.

1. Ciri-Ciri Dokumen AJB

Dokumen AJB bisa dibuat dalam bentuk lembaran kertas atau dijilid, hanya boleh dikeluarkan oleh PPAT. Meskipun banyak beredar isi dokumen AJB yang bisa dicopas namun sebaiknya Anda tidak membuat dokumen ini sendiri karena bisa terkena bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku.

Berikut ini poin-poin isi dari Akta Jual Beli:

  • Tanggal waktu penyerahan
  • Data diri pihak penjual
  • Data diri pihak pembeli
  • Penjelasan mengenai harga dari properti
  • Luas dari tanah atau bangunan yang dibeli
  • Lokasi keberadaan properti secara lengkap
  • Kop surat notaris atau PPAT
  • Poin-poin kesepakatan yang telah disetujui bersama antara kedua belah pihak
  • Tanda tangan kedua belah pihak di atas materai

Bagaimana dengan AJB palsu apa saja hal yang harus diperhatikan?
1. Pembuatan dokumen dan tandatangannya dilakukan secara tidak langsung atau tanpa adanya campur tangan PPAT

  • Informasi PPAT yang dimanipulasi, kantor fiktif dicek tidak ada
  • Ada bagian penjelasan yang ditutup-tutupi dari pihak penjual  (tidak transparan)
  • Isi pernyataan tidak sesuai dengan pasal dalam perundang-undangan atau adanya pengubahan dan modifikasi yang menguntungkan salah satu pihak

2. Ciri-Ciri Dokumen SHM

Dokumen SHM tanah asli umumnya mempunyai sampul berwarna hijau (terbaru). Apabila berkas yang Anda punya mempunyai warna berbeda mungkin bisa jadi itu fotokopian atau bahkan palsu.

Namun yang perlu diingat tampilan dari SHM bisa saja berubah, hal paling penting untuk dicek adalah SHM tersebut harus diakui oleh lembaga bernama BPN (Badan Pertahanan Nasional).

Baca juga: Apa Itu SHM Tanah Kavling? Bahas Tuntas Sekaligus Pengurusanya!

Ini cara yang paling akurat untuk mengecek keaslian dari SHM, karena saat ini banyak beredar SHM palsu dengan bentuk mirip seperti aslinya. Namun untuk nomor teregistrasi dalam sertifikat tidak bisa dimanipulasi dokumen palsu pasti akan terdeteksi dengan mudah oleh lembaga tersebut.

Kenapa Pemilik Properti Mesti Peduli Dengan AJB dan SHM?

Pembeli tanah dan rumah wajib paham bahwa sertifikat asli di bidang properti ini tidak bisa dinilai sama. Meskipun AJB mampu menunjukan keabsahan adanya transaksi jual beli, namun ini tetap bukanlah sertifikat. Jadi terlalu berisiko bahkan memungkinkan adanya kasus AJB ganda.

Banyak orang yang merasa bahwa “AJB” saja sudah cukup. Padahal kalau dipahami lebih lanjut hal ini akan membuat kepemilikan properti Anda terombang-ambing tidak adanya kejelasan.

Menurut ketentuannya, sertifikat kepemilikan tertinggi adalah SHM (Sertifikat Hak Milik) tidak ada yang setara atau sama dengan dokumen tersebut.

Mungkin akan lebih mudah jika kami menjelaskan hal ini dalam persoalan yang sederhana. Anggap saja Anda melakukan jual beli mobil.

Di Indonesia seringkali terjadi pembelian mobil bekas sudah digunakan oleh si B namun surat-suratnya berubah dari pengguna pertama yakni si A. Hal ini memungkinkan karena tidak adanya proses balik nama atas hak kepemilikan kendaraan roda empat tersebut.

Ada proses yang terlewatkan, hal semacam ini terkesan sepele pada pembelian barang namun fatal pada dunia properti.

Jika bukti yang Anda pegang hanyalah AJB tapi SHM-nya masih belum balik nama, maka hak atas tanah atau rumah masih berada di pemilik sebelumnya.

Pembelian Tanah Kavling Lengkap Dapat PPJB, AJB, dan SHM

Apabila Anda ingin membeli tanah kavling sebagai investasi atau peluang pengembangan bisnis properti maka silahkan hubungi CV Rahman Berkah Mandiri.

Kami menyediakan tanah kavling berizin resmi, lokasinya masih cukup banyak yang belum di booking  sehingga banyak lokasi yang bisa dipilih sesuai dengan keinginan Anda.

Sebagai developer kami selalu memastikan bahwa legalitas menjadi bagian utama yang diurus tuntas. Izinkan kami untuk mengurus SHM tanah kavling Anda, tidak perlu dibikin pusing jaminan pasti balik nama.

Informasi lebih lanjut mengenai lokasi properti bisa saudara cek pada kredit kavling karang bahagia, lokasi kantor kami berada di daerah yang sama. Nanti kalau bingung datang ke kantor saja dulu supaya lebih mudah berkomunikasinya.

Akhir kata semoga informasi ini bisa memberikan ilmu yang bermanfaat dan solusi untuk Anda yang sedang mencari tanah kavling area Bekasi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *