Proses Surat Tanah Dari Warisan? Mudah Kok, Begini Caranya!

Proses Surat Tanah Dari Warisan? Mudah Kok, Begini Caranya!

Ketika Anda mendapatkan tanah warisan, pasti dalam surat atau sertifikat tersebut masih mencantumkan nama dari pemilik yang lama. Oleh karena itu, untuk menghindari adanya sengketa dan berbagai masalah lainnya Anda disarankan untuk segera mengurus balik nama supaya kepemilikan atas lahan menjadi legal di mata hukum.

Namun, seringkali kalau kita membicarakan urusan tanah pasti kesannya rumit, harus datang ke kantor desa, kantor BPN, dan tempat lainnya. Sebenarnya langkahnya sendiri tidak sulit, daripada terus-terusan menggunakan jasa pihak ketiga, mari kita coba urus sendiri sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Menyiapkan Persyaratan Untuk Mengurus Tanah Warisan

Kita mulai dari persyaratannya terlebih dahulu, kami akan sebutkan apa saja dokumen yang harus kalian siapkan sekaligus cara mengurusnya. Ada dua berkas utama yang perlu Anda urus antara lain, surat kematian dan SKW (Surat Keterangan Waris)

1. Prosedur Mengurus Surat Kematian

Mengurus surat kematian cukup mudah, mulai dari RT setempat hingga Disdukcapil. Lebih kurang, Anda membutuhkan waktu setengah hari sampai satu harian penuh jika lokasi antara satu tempat dengan yang lain cukup jauh.

Pada umumnya surat kematian dibuat ketika yang bersangkutan meninggal di rumah sakit atau di rumah, tetapi apabila karena alasan tertentu tidak ditemukan dokumen tersebut, maka Anda bisa mengurusnya sekarang dengan mengikuti panduan berikut.

  • Pertama, Anda perlu mendatangi RT setempat untuk mengurus surat pengantar. Jangan lupa untuk membawa fotokopi KTP Anda, KK, Fotokopi almarhum/almarhumah dan kartu identitas dari saksi (minimal ada 2 saksi)
  • Kemudian, setelah mendapatkan surat pengantar tersebut Anda perlu pergi ke RW untuk memproses pengesahan surat pengantar tersebut
  • Lalu, surat pengantar yang sudah disahkan dibawa ke kelurahan setempat dengan membawa berkas persyaratan yang sebelumnya sudah disebutkan
  • Setelah itu, pihak kelurahan akan mengecek dokumen yang Anda bawa, apabila lengkap maka akan dilanjut, tetapi jika masih kurang akan dikembalikan untuk dilengkapi kembali
  • Selanjutnya, mengisi blangko kematian sesuai dengan arahan petugas kelurahan
  • Kemudian, lurah akan berperan mengesahkan surat kematian tersebut dengan diberi tanda tangan
  • Penguatan surat kematian perlu dibawa ke kecamatan daerah untuk selanjutnya didaftarkan pada data Disdukcapil

2. Proses Mengurus SKW (Surat Keterangan Waris)

Setelah memiliki surat kematian, maka selanjutnya Anda perlu mengurus SKW (Surat Keterangan Waris). Keberadaan dokumen ini terhitung wajib pada saat proses surat tanah dari warisan orang tua atau kerabat. Hal ini berguna untuk mencegah adanya orang yang mengaku sebagai pemilik warisan tanpa dasar dan bukti.

Mengacu pada panduan resmi SIPPN (Sistem Informasi Pelayanan Publik Nasional), berikut alur pengurusan SKW.

  • Pemohon menyiapkan berkas berupa: fotokopi KTP, fotokopi KK ahli waris, surat pengantar dari ketua RT, bukti pelunasan PBB tahun ini
  • Kemudian, yang bersangkutan mendatangi kantor kelurahan dengan menyerahkan berkas persyaratan dan menjelaskan maksud tujuan untuk membuat SKW
  • Setelah itu, tim petugas akan melakukan pengecekan terhadap dokumen yang dibawa, apabila ditemukan kekurangan maka akan dikembalikan untuk direvisi kembali
  • Proses pembuatan SKW membutuhkan waktu 10 menit apabila berkas lengkap dan pejabat yang berwenang hadir di kantor. Bisa lebih lama apabila lurah sedang berada di luar
  • Anda bisa memberikan kontak aktif yang bisa dihubungi, nantinya pihak kelurahan akan mengabarkan Anda untuk pengambilan SKW

Catatan: Sebagai informasi ketentuan ini bisa berubah menyesuaikan dengan kebijakan, apabila dokumen yang dipersyaratakan adalah SKHW (Surat Keterangan Hak Waris) atau Surat Keterangan Ahli Waris (SKAW), maka proses pengurusannya membutuhkan waktu lebih lama bisa 2 hari atau lebih.

Proses Balik Nama Surat Tanah Dari Warisan

Anda sudah mempunyai dua dokumen penting dalam tahap pengurusan tanah waris. Selebihnya tinggal berangkat ke kantor BPN, lalu menjelaskan maksud dan tujuan. Nantinya, di loket Anda akan diminta untuk melengkapi berkas untuk mengurus proses surat tanah warisan. Siapkan dokumen lengkap, taruh di stopmap supaya tidak berantakan.

  • Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon lengkap dengan materai
  • Surat kuasa (jika dikuasakan)
  • Fotokopi identitas pemohon / para ahli waris (KTP/KK) dan surat kuasa apabila dikuasakan
  • Sertifikat asli (SHM)
  • SKW (Surat Keterangan Waris)
  • Akta Wasiat notaris
  • Fotokopi SPPT (Surat. Pemberitahuan Pajak Terutang) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun berjalan
  • Menyerahkan bukti SSB atau BPHTB (Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) dan bukti bayar uang pemasukan
  • Menunjukan bukti SSB (BPHTB), bukti SSP atau PPH untuk perolehan tanah lebih dari Rp60 juta, dan bukti bayar uang pemasukan

Selain persyaratan di atas, Anda juga akan diminta untuk menjelaskan penggunaan tanah yang dimohonkan,pernyataan tanah, dan surat keterangan tidak sengketa.

Informasi di atas mengacu pada penjelasan di PPID Kementerian ATR/BPN, apabila terdapat pengubahan syarat dan kebijakan, maka pemohon bisa menyesuaikan dengan alur yang berlaku pada tahun itu juga.

Lama Proses Peralihan dan Biaya Urus Surat Tanah Warisan

Proses pengurusan ini tidak menentu, estimasinya sekitar 5 hari kerja apabila dokumen yang dipersyaratkan lengkap sesuai dengan ketentuan. Kemudian, mengenai biaya yang harus Anda siapkan disesuaikan dengan biaya peralihan hak. Karena penghitungannya berdasarkan nilai tanah yang dikeluarkan oleh BPN.

Adapun rumus yang bisa Anda gunakan yaitu nilai tanah (per meter persegi) x luas tanah (meter persegi)) / (dibagi) 1.000.

Lebih kurang begini, misal harga nilai tanah per meter persegi adalah Rp900.000 dan luas tanahnya 1.000, maka biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp900.000 sekali urus beres.

Namun, ada pengecualian merujuk pada PP Nomor 24 Tahun 1997 dalam bagian Pendaftaran Tanah pada Pasal 61 ayat (3) disana menyebutkan bahwa pendaftaran peralihan hak karena pewarisan yang pengajuannya masih dalam waktu 6 bulan sejal tanggal meninggalnya pewaris, maka pemohon tidak perlu membayar biaya registrasinya.

Kesulitan yang Mungkin Dihadapi Selama Pengurusan

Ada beberapa hal yang mungkin akan dialami oleh sebagian orang saat proses surat tanah warisan. Berikut ini beberapa kesulitan mengurus tanah waris, beserta solusinya.

  • Kepemilikan tanah belum SHM, membalik nama dari pewaris membutuhkan bukti kepemilikan tanah yang sah, tetapi seringkali ditemukan banyak tanah waris yang masih statusnya masih berupa girik, petok, dan sebagainya. Sebagai solusi Anda bisa mengubahnya menjadi SHM melalui proses yang cukup panjang

Baca juga: Cara Ubah Status Tanah Girik Ke SHM dan Persyaratannya

  • Pewaris tidak meninggalkan wasiat, apabila orang yang mendapatkan tanah waris lebih dari satu, semestinya ada wasiat atau pesan yang disampaikan dari pewaris semasa hidup. Misal tanah di bagian barat untuk si A, sedangkan tanah di timur untuk si B. Namun, jika ternyata tidak ada sama sekali pesan atau amanat dan tidak bisa dibuatkan akta wasiat notaris, maka penyelesaiannya dilakukan melalui musyawarah kekeluargaan

Itu dia informasi mengenai proses surat tanah dari wasian, semoga bisa membantu Anda yang ingin mengetahui alur prosedurnya. Jika Anda berminat untuk investasi tanah, maka jangan ragu untuk cek penawaran tanah kavling harga di bawah 100 juta lokasi strategis di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Dekat sekolah dan fasilitas umum, booking langsung lokasi kavlingnya dan dapatkan pengurusan SHM, AJB, dan pembuatan patok gratis!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *