Cara Membangun Rumah Di Tanah Bekas Sawah Terjamin Aman

Cara Membangun Rumah Di Tanah Bekas Sawah Terjamin Aman

Ada beberapa lahan sawah yang dialihfungsikan untuk membangun rumah. Namun seperti yang sudah diketahui jika sawah mempunyai karakteristik tanah yang gembur dan berair. Kondisi tersebut membuat beberapa orang mengatakan cukup sulit kalau digunakan untuk bangun rumah.

Saat membangun rumah tentu akan memperhatikan dulu lokasi yang akan digunakan. Karena tempat yang ideal untuk mendirikan sebuah tempat tinggal adalah daerah yang kondisinya pas tidak terlalu keras atau gembur.

Namun tidak semua orang mempunyai tanah dengan kondisi seperti itu. Sehingga, alternatifnya saat ini sudah cukup banyak yang menggunakan lahan bekas sawah untuk mendirikan rumah.

Meskipun demikian, banyak orang yang masih merasa khawatir ketika akan membangun rumah di lahan bekas persawahan. Karena beberapa risiko yang mungkin muncul.

Seiring berjalannya waktu berbagai solusi mulai ditemukan. Sekarang lahan sawah bisa dijadikan tempat yang layak dan memungkinkan untuk mendirikan bangunan

Nah, jika Anda ingin membuat hunian di atas lahan bekas sawah, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan supaya lebih nyaman dan tentunya aman. Silahkan simak dulu tipsnya sebelum memutuskan untuk membeli tanahnya.

Rupanya Begini 6 Tahapan Mendirikan Rumah Di Tanah Bekas Sawah

Tidak ada yang mustahil bagi para profesional bangunan. Tanah yang gembur bisa disulap menjadi lahan yang normal dengan sedikit penyesuaian. Meskipun begitu, sebaiknya jangan melakukannya secara terburu-buru. Cek dulu panduan berikut supaya Anda tidak kecewa.

1. Izin Membangun Di Lahan Bekas Sawah

Sebelum melakukan transaksi beli tanah , langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari tahu status lahan tersebut. Setiap tanah tentu mempunyai tujuan masing-masing, nah maka dari itu Anda perlu memastikan lahan sawah di kawasan tersebut memungkinkan untuk mendirikan bangunan atau tidak.

Cara melakukannya cukup mudah, bicarakan hal ini dengan pihak pengelola tanah. Harus ada jaminan bahwa tanah bekas sawah yang dibeli pasti bisa untuk membangun rumah.  Percuma juga kalau ternyata kawasan yang dibeli masih lahan hijau produktif.

Selain menanyakan ke developer, Anda juga bisa cari-cari info dengan bertanya pada masyarakat sekitar lokasi tanah tersebut berada. Biasanya masyarakat sekitar mempunyai informasi yang lebih real sesuai dengan fakta mengenai status tanah yang sedang dijual. Berkaitan dengan izin, dokumen yang Anda butuhkan adalah IMB (Izin Mendirikan Bangunan) pada suatu lahan.

2. Mengukur Kedalaman dan Meratakan Tanah

Kalau izinnya sudah beres, maka selanjutnya Anda bisa mengukur kedalaman dari tanah bekas sawah tersebut. Untuk melakukannya juga tidak bisa menggunakan cara manual, perlu menggunakan alat ukur modern.

Salah satu tool yang banyak digunakan adalah total station dan theodolit. Pengoperasiannya hanya bisa dilakukan oleh orang yang profesional. Sistem pengukuran kedalaman tanah ini sangat penting untuk mengetahui nantinya seberapa dalam penggalian bisa dilakukan untuk meratakan permukaan tanah. Sehingga lebih mudah saat ,menggantinya dengan tekstur tanah yang lebih padat untuk kepentingan konstruksi bangunan rumah.

3. Meratakan Tanah

Proses meratakan tanah bekas sawah bisa menggunakan metode tradisional pakai cangkul dengan menyewa beberapa tenaga kerja dari masyarakat setempat. Untuk hasil yang lebih maksimal Anda bisa menggunakan alat berat.

Tentu ada biaya lebih yang harus Anda siapkan jika berniat untuk menyewa alat berat. Pastikan juga akses ke lokasi juga memungkinkan. Selain itu, penggunaan alat konstruksi ini juga membantu untuk memadatkan permukaan tanah sehingga akan kokoh dan tidak mudah bergeser.

Prosesnya jelas lebih cepat jika menggunakan alat berat. Anda bisa mengemat banyak waktu, namun sekali lagi estimasi biaya perlu diperhatikan.

4. Mematangkan Tanah

Setelah tanah diratakan itu tidak langsung dapat dibangun. Harus melewati proses pematangan tanah sampai siap untuk didirikan bangunan. Biasanya proses ini membutuhkan waktu berbulan-bulan supaya menghasilkan tanah yang memiliki tekstur benar-benar keras dan stabil.

Karena pada umumnya, meskipun tanah sudah diratakan dan dipadatkan, tanah di lahan sawah bisa saja masih bergerak ke dalam. Untuk mengetahui tanah yang sudah matang itu bisa dilihat dari tanaman tumbuh dengan baik dan kalau hujan tidak tergerus oleh air.

Anda juga bisa mengujinya dengan menusukkan benda tajam dan panjang seperti linggis kedalam tanah. Jika benda tersebut bisa masuk dan masih berair kemungkinan tanah tersebut belum padat.

Jika Anda merasa bingung, konsultasikan hal ini dengan tenaga konstruksi bangunan, biasanya mereka lebih paham mengenai kriteria tanah yang siap bangun.

5. Memasang Fondasi Konvensional

Sebelum masuk ke tahap pemasangan fondasi, Anda harus benar-benar memastikan bahwa tanah bekas sawah tersebut sudah keras, padat dan matang. Jika sudah memasuki kriteria maka Anda sudah mulai bisa membangunnya.

Supaya tetap kuat, Anda bisa menggunakan fondasi tiang pancang. Caranya dengan membuat tiangnya terlebih dahulu yang kemudian akan langsung ditanam menggunakan bantuan alat berat.

Namun proses pemasangan tiang pancang tersebut bisa menimbulkan getaran dan suara bising yang cukup mengganggu. Oleh sebab itu sebelum memulai proses fondasi mintalah izin terlebih dahulu dengan RT setempat yang berada di dekat lokasi konstruksi.

6. Menggunakan Fondasi System Bored Pile

Selain it,  jika Anda tidak mau menggunakan pondasi tiang pancang maka bisa dengan pondasi system bored pile. Cara ini lebih mudah diterapkan walaupun rumah yang dibangun ada berada di permukiman yang padat.

Caranya adalah dengan membuat lubang menggunakan bor pada kedalaman yang sudah ditentukan. Setelah itu barulah fondasi besi tulang ditata kemudian dimasukan kedalam tanah. Untuk selanjutnya besi tulang tersebut diberi campuran pasir, batu, beton, dan semen.

Karena ini adalah teknis konstruksi yang membutuhkan pengerjaan profesional, sebaiknya hubungi tenaga ahli yang kredibel untuk melakukan pemasangan fondasi bored pile tersebut. Untuk wilayah perkotaan seperti Jabodetabek layanan konstruksi alat berat teknis cukup mudah ditemukan.

Namun, untuk wilayah yang lokasinya cukup jauh dari perkotaan atau terpencil mungkin akan sedikit sulit untuk menggunakan cara yang satu ini.

Itulah, 6 tips mendirikan rumah di tanah bekas sawah yang bisa Anda ikuti. Semoga informasi tersebut bermanfaat ya.

Baca juga: Sebelum Beli Kenali Dulu Jenis-Jenis Tanah Kavling!

Jual Tanah Kavling Daerah Bekasi

Mendirikan rumah pada lahan bekas sawah memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk Anda yang tidak ingin menunggu lama supaya tanah bisa langsung dibangun, pilih lahan yang bagus dan lokasinya yang strategis untuk didirikan hunian.

Anda bisa membeli tanah kavling pada CV. Rahman Mandiri. Kami adalah developer tanah kavling terpercaya sejak 2016. Ada 7 lokasi tanah kavling di Kabupaten Bekasi yang bisa dijadikan pilihan untuk membangun hunian.

Beberapa lokasi ada yang siap bangun, hal ini berarti Anda tidak perlu menggunakan metode pematangan tanah dan sebagainya. Sebelum memutuskan untuk membeli tanahnya, Anda juga bisa bertanya-tanya dulu kepada kami untuk mengetahui informasinya lebih lanjut.

Takut beli kavling karena riba?

Tenang, kami menawarkan kredit tanah kavling cikarang yang bisa di beli dengan bunga 0% terjamin sistem syariah, akad sesuai dengan ketentuan agama islam.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *