Cara Lengkap Mengurus Sertifikat Tanah yang Hilang atau Rusak

Cara Lengkap Mengurus Sertifikat Tanah yang Hilang atau Rusak

Keberadaan sertifikat tanah merupakan hal yang sangat penting, tetapi karena penyebab tertentu dokumen ini bisa saja hilang atau rusak. Adapun beberapa penyebabnya seperti faktor dampak terkena bencana kebakaran, banjir, dan sebagainya.

Selain itu, faktor keteledoran dari pemilik juga memungkinkan. Hal ini bisa terjadi apabila Anda tidak membiasakan untuk menaruh dokumen penting di satu tempat yang aman.

Terlalu menyepelekan asal ditaruh dilemari ditumpuk dengan dokumen-dokumen lama, ketika dibutuhkan malah tidak ada. Pada intinya, hal semacam ini memang memungkinkan, oleh karenanya ATR BPN juga memberikan panduan bagi masyarakat yang merasa kehilangan sertifikat tanah (SHM) maka segeralah untuk melapor.

Lebih kurang berikut infografis yang dijelaskan oleh Badan Pertanahan Nasional untuk mengatasi sertifikat tanah yang hilang.

Sumber: atrbpn.go.id

Masih belum memahami langkah detailnya? Tidak apa-apa, kami akan jelaskan lengkap di artikel ini mulai dari mengurus di kelurahan hingga ke kantor BPN. Harapannya informasi ini bisa membantu Anda yang merasa pusing dengan alur pengurusan sertifikat tanah yang hilang.

Oke, tidak perlu barlama-lama langsung saja ke pembahasan intinya.

Jangan Panik, Begini Alur Pengurusan Sertifikat Tanah yang Hilang Atau Rusak

Prosesnya memang panjang, kami tidak menjanjikan proses yang cepat. Namun, hal yang pasti semua prosedur yang tercantum dilakukan secara resmi, sehingga biaya yang dikeluarkan juga tidak sampai jutaan.

Sebelum berangkat mengurus sertifikat tanah yang hilang minimal siapkan dokumen seperti: KTP, KK, Fotokopi pelunasan PBB, fotokopi sertifikat (apabila ada). Catat alamat lengkap lokasi tanah untuk mempermudah pengecekan nantinya

1. Membuat Surat Pengantar Dari Kelurahan

Jangan langsung pergi ke kantor BPN, pertama Anda perlu membuat surat pengantar dari kelurahan setempat terlebih dahulu. Prosesnya sendiri cukup mudah, datang ke kantor lalu jelaskan kepada staff mengenai sertifikat kepemilikan tanah yang hilang. Setelah itu, Anda akan mendapatkan surat pengantar yang ditandatangi untuk di bawa ke Polsek.

2. Membuat Laporan Ke Polsek/Polres

Apabila surat pengantar sudah Anda pegang, selanjutnya adalah pergi ke Polsek (Kepolisian Sektor di Kecamatan), tetapi dalam beberapa kasus pelapor perlu pergi ke Polres (Kepolisian Resort di Kabupaten/Kota).

Sesampainya di lokasi, Anda perlu menjelaskan secara detail mengenai kronologi kehilangan sertifikat tersebut. Informasi yang terperinci akan mempermudah pihak berwajib untuk membuat data dan laporan.

Jelaskan mengenai data penting seperti nomor sertifikat, lokasi tanah, dan atas nama siapa sertifikat tanah yang hilang tersebut. Setelah melakukan pengecekan dan validasi data, Anda akan memperoleh surat kehilangan yang didalamnya menjelaskan bahwa yang bersangkutan kehilangan sertifikat hak milik atas tanah.

Simpan dokumen tersebut, dan segera berangkat ke kantor BPN (Kabupaten/Kota) terdekat di wilayah Anda.

3. Menjelaskan Ke BPN Kabupaten/Kota

Setelah membawa surat kehilangan dari pihak kepolisian, lalu Anda perlu mendatangi loket untuk mengisi formulir berkaitan dengan keperluan layanan.

Sebagai pelapor, Anda perlu menjelaskan kembali mengenai kronologi hilangnya dokumen penting seperti sertifikat. Umumnya tim staff BPN akan meminta Anda untuk menunjukan dokumen sebagai berikut:

  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi lunas PBB terakhir
  • Fotokopi sertifikat tanah yang hilang
  • Surat keterangan hilang dari kepolisian

Dokumen yang Anda bawa akan dicek oleh petugas, proses pemeriksaan keabsahan ini bisa berlangsung cukup lama tergantung kondisi di kantor BPN saat itu juga.

4. Pengambilan Sumpah

Sudah menjadi prosedurnya, setiap pelapor sertifikat tanah hilang akan diambil sumpahnya di hadapan Kepala Kantor Pertanahan dan rohaniwan sesuai dengan kepercayaan yang bersangkutan. Tujuan pengambilan sumpah ini adalah untuk menghindari pengakuan sepihak dan pemalsuan yang bisa merugikan orang lain.

5. Pengumuman Di Media Cetak

Setelah pengambilan sumpah, selanjutnya BPN akan mengumumkan secara menyeluruh informasi kehilangan sertifikat tanah ini dalam berita acara. Tujuan dilakukannya hal ini yaitu untuk memberikan waktu, barangkali ada pihak yang merasa tidak terima atau ada indikasi tanah sengketa karena gugatan dari orang lain.

Apabila hal ini terjadi maka, pengajuan sertifikat hilang tersebut akan ditunda sampai masalahnya selesai.

Tips: Informasi mengenai sertifikat tanah hilang sudah tersedia di fitur aplikasi Sentuh Tanahku yang dibuat oleh ATR BPN. Unduh aplikasinya di Google Play Store dan App Store

6. Tanah Diukur Ulang

Berita acara ini setidaknya berlangsung 30 hari tergantung kebijakan terbaru dari BPN. Apabila sudah diumumkan dan tidak ditemukan masalah, selanjutnya adalah pengukuran tanah kembali untuk memastikan tidak ada pengubahan batas-batas dari sertifikat lama.

7. Sertifikat Baru Dapat Diterbitkan

Setelah dilakukan pengukuran, tidak ditemukan adanya gugatan atau indikasi sengketa, maka kantor BPN akan mencetak sertifikat tanah yang baru sebagai pengganti. Proses ini sudah selesai, pastikan Anda menjaga sertifikat tersebut dengan lebih baik.

Bagaimana Jika Tidak Punya Fotokopi Sertifikat Tanah Atau Pemilik Sudah Meninggal?

Apabila hal ini terjadi, coba diingat lagi barangkali pernah mengambil foto sertifikat tanah, perhatikan apakah disana tercantum nomor sertifikatnya atau tidak. Jika iya, maka BPN akan melakukan pengecekan. Apabila ternyata sesuai, maka Anda baru bisa mengikuti langkah-langkah mengurus kehilangan sertifikat seperti di atas.

Mengurus sertifikat tanah yang hilang

Namun, jika Anda tidak punya fotokopi dokumen, nomor sertifikat juga tidak tahu, maka solusinya adalah langsung datang ke kantor BPN lalu jelaskan bahwa Anda ingin bertemu dengan petugas data dan informasi pertanahan.

Setelah itu, pelapor perlu menjelaskan secara spesifik lokasi tanah yang tercantum dalam sertifikat. Pastikan untuk menjelaskan dengan detail, informasi seperti perkiraan luas tanah juga akan cukup membantu untuk proses pengecekan.

Setelah itu, tim BPN akan melihat ke database pertanahan atau dilakukan pengecekan secara manual oleh tim guna memastikan kepemilikan asli dari tanah tersebut.

Biaya Mengurus Sertifikat Tanah yang Hilang dan Lainnya

Total biaya yang Anda butuhkan untuk mengurus sertifikat tanah yang hilang atau rusak estimasinya yaitu Rp350.000. Adapun untuk rinciannya, biaya sumpah Rp200.000, biaya salinan surat ukur mulai dari Rp100.000, dan biaya registrasi Rp50.000. Sebagai catatan informasi biaya ini selalu bisa berubah sewaktu-waktu dan tidak bersifat mengikat.

Dalam kasus lain bagaimana jika sertifikat tanah hilang, tetapi di aplikasi sentuh tanahku masih terverifikasi dan datanya lengkap?

Baca juga: Cara Cek Sertifikat Tanah Secara Online

Semenjak penerbitan Peraturan Menteri ATR/BPN No 1 Tahun 2021, sertifikat tanah yang asli memang sudah ada di data BPN. Jadi, secara teknis data kepemilikan Anda tidak hilang jika sudah terdaftar pada sistem sertifikat tanah elektronik tersebut.

Namun, tidak ada salahnya untuk menanyakannya langsung kepada petugas BPN, bagaimanapun juga keberadaan sertifikat fisik itu tetaplah penting.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai cara mengurus sertifikat tanah yang hilang, semoga bermanfaat. Apabila Anda ingin mulai berinvestasi, kami menawarkan tanah kavling harga 50 juta.

Anda mendapatkan lahan seluas 73-78 meter persegi. Siap dibangun rumah sudah ada pondasinya. Pembelian bisa melalui cash dan kredit sistem syariah tidak ada riba, bunga, apalagi denda.

Lokasi strategis ada di Karangbahagia, Kabupaten Bekasi dekat dengan fasilitas pendidikan dan kantor kepala desa.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *