Bikin Pusing, Bagusnya Beli Tanah atau Rumah yang Sudah Jadi?

Bikin Pusing, Bagusnya Beli Tanah atau Rumah yang Sudah Jadi?

Saat hendak membangun rumah Anda akan mempunyai dua pilihan, antara membeli tanah dulu baru membangunnya atau membeli perumahan yang siap huni. Secara umum keduanya memang punya sisi positif dan negatifnya sendiri-sendiri, oleh karena itu penting untuk mengetahui mana pilihan yang paling tepat sebelum menyesal di kemudian hari.

Tentunya hal tersebut diperhatikan dari berbagai sisi mulai dari harga, tampilan bangunan, aspek kenyamanan lingkungan, dan lain sebagainya. Supaya ada gambaran untuk menentukan diantara kedua pilihan yang sulit berikut pembahasan lebih lengkapnya.

Beli Tanah atau Rumah? Ini Hal yang Harus Diperhatikan!

Sebelum mengeluarkan budget jutaan rupiah, silahkan simak dulu beberapa hal berikut sebagai referensi.

1. Pertimbangan Harga

Pertama mari bicara masalah harga, kalau melihat harga rumah yang berlokasi di tengah kota harganya bisa mencapai 500 juta bahkan lebih. Kalaupun dicicil angsurannya mulai dari 5 juta.

Meskipun terbilang instan namun hal semacam ini sangatlah berat bagi sebagian masyarakat terutama untuk mereka yang gajinya masih UMR.

Disisi lain pembelian tanah kavling cukup memungkinkan, namun tentu lokasi dari tempatnya sendiri tidak berada di pusat kota.

 Apabila Anda teliti dalam mencari kavling yang berkualitas ada yang wilayahnya cukup dekat dengan jalan raya utama sehingga meskipun butuh beberapa menit untuk sampai ke pusat kota hal ini tetap layak dipertimbangkan.

Beberapa tanah kavling ada yang bisa menggunakan pembayaran kredit, jika Anda khawatir terkena riba bisa memilih yang sistemnya syariah jadi tanpa bunga. Biaya cicilan per bulannya mulai dari 1 jutaan.

2. Tampilan dan Desain Rumah

Apabila Anda memilih untuk memulainya secara bertahap mulai dari membeli tanah kavlingnya dulu, maka desain rumah menyesuaikan dengan apa yang Anda inginkan. Ada banyak sekali referensi bangunan yang minimalis hingga mewah sesuaikan saja dengan minat dan tentunya budget juga.

Selain tampilan rumah, Anda juga bisa menentukan tata ruang dari rumah itu sendiri apakah ingin dibuat 2 atau 3 kamar tidur, ukurannya bisa disesuaikan dengan bebas sesuai dengan apa yang diinginkan. Penempatan ruang tamu, tempat berkumpul dengan keluarga juga bisa diatur sesuka hati.

Hal tersebut tidak ditawarkan pada rumah yang sudah siap huni. Pilihan desain eksterior dan interior terbatas, umumnya hunian yang dibangun pada cluster dan perumahan mempunyai desain yang sama. Bagi sebagian orang hal ini cukup kurang memuaskan karena desainnya dibuat standar.

3. Kualitas Konstruksi Bangunan

Selain desain, kualitas konstruksi juga sebaiknya jangan sampai dilupakan. Logisnya kita membutuhkan rumah untuk penggunaan jangka panjang, jadi kualitas yang bagus harus menjadi prioritas utama.

Rumah KPR yang bagus tentunya harganya mahal, perbedaan cukup jauh dengan perumahan bersubsidi yang saat ini juga cukup banyak diperbincangkan oleh masyarakat.

Selain itu, karena sistemnya rumah sudah siap digunakan maka pembeli tidak tahu kualitas dari kontraktor atau material konstruksi yang dipakai.

Lantas bagaimana dengan opsi membangun rumah dari nol?

Berada di tengah, karena kualitas konstruksi bangunan ditentukan dari tukang yang Anda sewa. Sebagai pemilik rumah Anda juga bisa mengkoordinasikan dengan pihak kontraktor untuk menggunakan mutu material yang lebih baik demi menjamin kualitas konstruksi bangunan.

Jadi tergantung kualitas tenaga ahli yang Anda sewa, sebagai catatan ini bisa berpengaruh kembali pada besaran budget yang perlu disiapkan.

4. Kejelasan Legalitas

Semua serba legal supaya aman dan nyaman, kepemilikan rumah juga menerapkan hal yang sama. Salah satu hal yang paling kontras membandingkan antara beli rumah atau tanah adalah masalah legalitasnya.

Kalau rumah sudah di bangun tentu kita tidak perlu pusing memikirkan mengurus ini dan itu. Namun, pembelian tanah mengharuskan kita untuk mengurus SHM, IMB, dan lain sebagainya.

Pengecualian, beberapa developer tanah kavling ada yang dengan senang hati membantu Anda untuk pengurusan SHM. Tentunya ini akan mempermudah Anda dalam mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan perizinan bangunan kedepanya.

5. Fasilitas yang Ditawarkan

Jika Anda mempertimbangkan ketersediaan fasilitas seperti adanya security gate, CCTV, kolam renang perumahan, pusat kebugaran, dan lain sebagainya mungkin akan lebih condong ke pembelian rumah KPR.

Karena, pada umumnya rumah yang dibangun di kawasan cluster fasilitasnya sudah lengkap sehingga Anda tidak perlu mengkhawatirkan hal-hal terkait keamanan.

Disisi lain pembelian tanah baru membangun rumah umumnya tidak secara otomatis bisa mendapatkan fasilitas seperti di atas.

Namun sistemnya bertahap, apabila di suatu blok sudah ada beberapa rumah bisa memungkinkan untuk menambahkan fasilitas tersebut.

6. Biaya Perawatan dan Renovasi

Risiko utama jika membeli rumah yang siap huni namun kualitasnya tidak sesuai ekspetasi adalah banyaknya perbaikian disana-sini. Tentunya ini membutuhkan biaya yang bervariasi mulai dari reparasi genteng yang bocor, cat yang mudah terkelupas, dan lain sebagainya.

Jika kalian mau sabar dengan membeli tanah dulu, maka biaya perawatannya tidak akan semahal perawatan rumah. Cukup sewa tukang kebun dalam beberapa bulan sekali untuk memotong rumput dan tentunya mengecek kondisi patok.

Kesimpulannya Lebih Baik yang Mana?

Membuat kesimpulan secara sepihak tentunya tidak adil, sehingga perlu adanya penyesuaian dengan kondisi kesiapan finansial Anda saat ini.

Untuk mempermudah, pilihlah rumah siap huni jika Anda:

  • Mempunyai  pendapatan dan simpanan budget yang besar
  • Mengutamakan standar fasilitas perumahan dan keamanan
  • Ingin mempunyai bertempat tinggal di lingkungan sosial yang setara
  • Ingin cepat-cepat punya rumah
  • Tidak mau berurusan dengan legalitas berbelit

Namun, tidak ada salahnya untuk mempunyai keputusan yang berbeda dengan orang lain. Tidak semua orang beranggapan bahwa rumah siap huni adalah yang terbaik. Sebagai alternatifnya silahkan beli tanah jika Anda:

  • Mempunyai konsistensi dalam membangun rumah secara bertahap
  • Pendapatan tidak terlalu besar
  • Mengutamakan kenyamanan tidak mempermasalahkan fasilitas
  • Tidak keberatan jika harus melakukan perjalanan sedikit lebih jauh ke kantor (jika lokasi tanah di wilayah pedesaan)
  • Siap mengurus dokumen legalitas
  • Punya referensi kontraktor bangunan yang dapat dipercaya

Kami sudah menjabarkan kedua pilihannya. Tentunya lebih mudah untuk memilih jika kita sudah tahu poin-poin kekurangan dan kelebihan antara beli tanah atau rumah siap huni.

Apabila ada keniatan untuk mengambil opsi nomor 2 yakni pembelian tanah, maka tidak ada salahnya untuk melihat penawaran kami di kredit kavling karang bahagia. Kami punya beberapa lokasi tanah yang cukup strategis, perjalanan sekitar 20 menit ke pusat kota.

Wilayah bekas sawah namun sudah tidak produktif, terjamin tidak akan ada masalah terkait legalitasnya. Kami juga bisa membantu untuk pengurusan SHM sampai balik nama ke customer jadi Anda tinggal menunggu saja.

Bisa ambil cash atau kredit, untuk sistem kredit kami menerapkan angsurang yang ringan mulai dari 1 jutaan per bulan dengan tenor 5 tahun. Untuk informasi lebih lengkap langsung kontak kami. Semoga informasi ini bisa bermanfaat, terima kasih.

3 komentar untuk “Bikin Pusing, Bagusnya Beli Tanah atau Rumah yang Sudah Jadi?”

  1. Pingback: Yakin Mau Beli Rumah KPR? Risikonya Tinggi, Ini Alasannya!

  2. Terimakasih informasi ini sangat bermamfaat buat saya untuk menentukan pilihan,, ahir nya sy lebih memilih membeli tanah kavling saja,, karena saya punya planing untuk model bangunan rumah saya nantinya..

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *